Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UN BK ) adalah ujian yang dilakukan dengan menggunakan komputer dalam jaringan lokal, dimana ujian yang dilakukan adalah di masing-masing sekolah yang siap untuk menyelenggarakan UN BK, dengan ujian ini diharapkan bisa menghemat waktu pengerjaan karena tidak perlu menggunakan pencil yang menghabiskan waktu pengerjaannya, selain itu untuk mengganti jawaban siswa tidak perlu lagi buat menghapus jawaban yang kalau menggunakan pengahapus kertas kemungkinan kertas bisa rusak, masih banyak lagi kelebihan UN BK di banding dengan menggunakan kertas, di SMK Negeri 10 Jakarta adalah salah satu sekolah perintis untuk UN BK yang dia laksanakan kurang lebih 550 sekolah seluruh Indonesia.

Untuk pelaksanaan UN BK di SMK Negeri 10 Jakarta berjalan dengan tertib dan lancar, semua siswa antusias mengikuti UN BK karena sudah mempersiapkan diri sebelumnya dengan mengikuti tryout menggunakan aplikasi UN BK, jadi mereka sudah terbiasa, Dra. Trisnawati sebagai kepala SMK Negeri 10 Jakarta sangat mensupport UN BK, mulai dari persiapan dan pelaksanaannya,  dan team teknis yang siap melakukan persiapan diantaranya instalasi jaringan komputer dan uji coba aplikasi, team teknis di koordinasi oleh M. Eko Suryanto ( Ka. Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak ) dan dibantu oleh Muhammad Nurrohman, S.Kom, Hapsoro Astho Nugroho, S.Pd, Sigit Goentoro, S.Pd.

 

Ujian Berbasis Komputer juga mendapat kunjungan dari Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat yang pernah menjadi salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Di hadapan para siswa yang akan menghadapi ujian berbasis Computer Based Test (CBT), Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat mengimbau agar siswa tak terbawa euforia setelah ujian.

“Setelah selesai ujian, sudahlah nggak usah hura-hura turun ke jalan, nggak usah merayakan kelulusan dan sebagainya dengan yang aneh-aneh. Lebih baik lakukan hal-hal yang positif untuk melepaskan masa pendidikan di jenjang ini,”

Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat memberi contoh, kegiatan yang positif itu di antaranya ialah menyumbangkan pakaian layak pakai, buku-buku, dan melakukan kegiatan bakti sosial lainnya baik untuk sekolah maupun masyarakat.

“Tidak lagi hura-hura. Itu sudah kuno. Itu tidak mendidik dan itu mengganggu. Doa bersama juga karena ini kan awal. Jangan kemudian setelah lulus dianggap semuanya jalan terbuka lebar. Setelah lulus pertanyaan saya adalah mereka mau ke mana? Mereka harus sujud syukur dan berdoa supaya dia bisa diterima di perguruan tinggi negeri atau bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak melakukan hura-hura,”

Sebelum melakukan peninjauan terhadap peserta gelombang pertama UN BK di SMK Negeri 10 Jakarta, Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat sempat berfoto bersama siswa-siswi sesi kedua dan ketiga. Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat juga sempat meninjau peserta ujian. Setelah melakukan tinjauan, Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat mengatakan selama tiga hari ini UN berjalan dengan baik dan lancar.

Dengan sistem UN BK ini, kata Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat,  tingkat kemungkinan kebocoran soal diperkirakan sangat rendah. Anak-anak juga bisa mengerjakan dengan baik dan benar, serta terbebas dari kegiatan contek-mencontek. Tingkat akurasinya pun  dapat dipertanggungjawabkan.

 

Selain itu Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman, dan Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Didi Sugandhi, hadir meninjau kesiapan dan pelaksanaan UN BK di SMK Negeri 10 Jakarta, selain itu juga meninjau kegiatan Rayon Jakarta Timur 2 yang juga di SMK Negeri 10 Jakarta.  Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman memberikan motivasi ke siswa untuk mengikuti UN BK dengan penuh semangat dan berharap siswa-siswi SMK Negeri 10 Jakarta bisa mendapatkan hasil terbaik dan prestasi yang baik. Bambang Musyawardana Walikota Jakarta Timur juga hadir untuk memberikan pengarahan siswa sebelum mengikuti UN BK.